Minuman Herbal Hangat yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan, Bisa Bantu Jaga Kenyamanan Lambung

katalita.com- BOGOR – Musim hujan membuat udara terasa lebih dingin dan tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup. Salah satu pilihan minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat saat cuaca dingin adalah minuman herbal hangat. Selain memberikan sensasi hangat, beberapa bahan herbal juga dikenal memiliki manfaat bagi sistem pencernaan. Salah satu yang cukup populer adalah jahe, yang sejak lama digunakan sebagai bahan minuman tradisional untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pencernaan ringan.

Kementerian Kesehatan menyebut jahe sebagai salah satu tanaman herbal yang banyak digunakan dalam minuman tradisional. Jahe juga kerap dikonsumsi ketika cuaca dingin atau hujan karena memberikan sensasi hangat bagi tubuh.

1. Wedang Jahe

Wedang jahe menjadi pilihan sederhana yang dapat dibuat di rumah. Caranya cukup dengan merebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan menggunakan air, kemudian diminum dalam kondisi hangat.

Jahe diketahui dapat membantu mengurangi keluhan seperti mual dan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. Sejumlah sumber kesehatan juga menyebut jahe memiliki sifat anti-inflamasi.

Namun, manfaat jahe terhadap masalah asam lambung tidak berarti minuman ini dapat menyembuhkan GERD. Penelitian mengenai penggunaan jahe untuk berbagai gangguan kesehatan masih memiliki keterbatasan, dan pada sebagian orang jahe justru dapat menimbulkan rasa panas di dada atau keluhan lambung.

2. Air Kunyit Hangat

Kunyit juga dapat dijadikan pilihan minuman herbal dengan cara diseduh atau direbus. Tanaman ini mengandung kurkumin yang memiliki sifat antioksidan dan antiradang.

Kandungan tersebut membuat kunyit cukup banyak diteliti terkait kesehatan saluran pencernaan. Meski demikian, bukti mengenai efektivitas kunyit sebagai penanganan utama penyakit asam lambung masih terbatas. Bahkan, pada sebagian orang konsumsi kunyit dapat membuat keluhan lambung menjadi lebih berat.

Karena itu, bagi orang yang memiliki riwayat asam lambung, sebaiknya mengonsumsi kunyit dalam jumlah wajar dan memperhatikan reaksi tubuh.

3. Jahe dengan Sedikit Madu

Kombinasi jahe hangat dan sedikit madu juga bisa menjadi pilihan saat hujan. Minuman ini dapat memberikan rasa hangat sekaligus menjadi alternatif minuman tanpa kafein.

Untuk penderita GERD atau maag, sebaiknya hindari penambahan gula secara berlebihan. Minuman juga sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan hangat, bukan terlalu panas.

Benarkah Minuman Hangat Bisa Menurunkan Asam Lambung?

Minum air hangat sering membuat perut terasa lebih nyaman ketika mengalami rasa tidak enak atau kembung. Namun, belum terdapat bukti kuat bahwa air hangat secara langsung mampu menurunkan kadar asam lambung atau menyembuhkan GERD. Penderita asam lambung juga perlu memperhatikan makanan dan minuman yang menjadi pemicu masing-masing. Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa pemicu GERD dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa makanan dan minuman yang cukup sering memperburuk keluhan antara lain makanan berlemak, gorengan, makanan pedas, kafein, cokelat, mint, serta makanan yang sangat asam.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Herbal

Meski berasal dari bahan alami, minuman herbal bukan berarti selalu aman dikonsumsi dalam jumlah tidak terbatas. Jahe, misalnya, pada sebagian orang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, heartburn, diare, atau iritasi pada mulut dan tenggorokan.

Karena itu, minuman herbal sebaiknya digunakan sebagai pelengkap untuk menjaga kenyamanan tubuh, bukan sebagai pengganti pengobatan dokter.

Apabila keluhan seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, mual, atau asam lambung naik terjadi berulang dan tidak membaik, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan tetap diperlukan. Penanganan GERD biasanya juga melibatkan perubahan pola makan dan gaya hidup serta obat-obatan apabila diperlukan.

Dengan demikian, saat hujan turun dan udara terasa dingin, secangkir jahe atau minuman herbal hangat lainnya dapat menjadi pilihan yang nyaman. Namun, khusus bagi penderita asam lambung, pilih bahan yang cocok dengan kondisi tubuh dan jangan menganggap minuman herbal sebagai obat utama. -admin

Share Berita katalita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *