Katalita.com – Jalan Pasir Muncang Cipopokol di Kampung tajur RT 01/04, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, terputus akibat hujan besar pada Rabu (01/4) sore.
Minggu lalu sempat longsor hingga menyisakan seperempat badan jalan, belum sempat diperbaiki kembali longsor akibat curah hujan yang tinggi dan saluran air yang tertutup hingga meluap ke badan jalan. Bahkan warga untuk melintas roda dua pun sulit sehinga harus memutar hingga 4 kilo meter. Euis warga setempat mengatakan, jalan tersebut sebelumnya longsor akibat saluran air mampet dari mana-mana tumpah kejalan, sehingga tebingan sepanjang 14 meter dengan tinggi 7 meter tersebut longsor.
“Ini masalahnya adalah air dari mana mana kesini, disaat hujan udah kaya kolam, karena saluran yang dibuat PUPR mampet,” kata Euis, Kamis (2/5/2024)
Menurut dia, setiap hujan sudah menjadi langganan genangan air apalagi tambah dia, didekat jalan tersebut terdapat pabrik tahu. “Diatas kan ada pabrik tahu ditambah dari mana mana, tidak hujan saja airnya sangat deras. Apalagi hujan, kalau jalan putus begini warga Kampung disini harus memutar hingga 4 kilo meter,” ungkapnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah III Ciawi Rizky Akbar mengatakan, jalan tersebut tahun 2022 sempat mendapat penanganan pembangunan Tebing Penahan Tanah (TPT) akibat longsor, tahun ini kembali longsor bahkan TPT yang dibangun terbawa longsor.
“Tahun 2022 jalan ini sempat kami tangani dengan membangun TPT akibat longsor. Nah sekarang TPT yang kita bangun juga terbawa longsor. Dan kami sekarang melihat langsung kelokasi, kami laporkan kepada pimpinan kondisinya dan kami menunggu arahan pimpinan,” kata Rizky Akbar
Menurut dia, untuk pembangunan jalan ini masuk ke ranah bencana alam, sehingga pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak BPBD. Namun demikian, pihaknya berharap tahun ini bisa dibangun.
“Ya harapan kami tahun ini bisa dibangun, kasian masyarakat harus memutar jauh,” terangnya.
Untuk pembangunan jalan tersebut lanjut dia, sudah dipastikan pembangunanya oleh pihak ketiga, karena melihat kondisi dilapangan sangat berart dan luas. “Saya ingin penangan ini untuk selama nya, jadi sekali kerja sekali penanganan darurat untuk selamanya tidak kerja dua kali,” ungkapnya. (*)

